BANYUWANGI, INFOX.ID –
Gelombang Dugaan Korupsi di Banyuwangi kini mulai memantik perhatian serius pemerintah pusat. Pasca aksi masyarakat Banyuwangi bersama puluhan aktivis di Jakarta, Ketua Info Warga Banyuwangi (IWB), Abi Arbain, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima konfirmasi dari sejumlah kementerian hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI terkait laporan yang mereka ajukan, Kamis (07/05/2026).
Menurut Abi, laporan tersebut bukan sekadar tudingan tanpa dasar. Seluruh aduan telah dilengkapi dokumen, kronologi, hingga barang bukti yang diklaim cukup kuat untuk ditindaklanjuti aparat penegak hukum. Ia menegaskan bahwa gerakan masyarakat ini bukan aksi pencitraan, melainkan bentuk tekanan publik agar dugaan penyimpangan anggaran di Banyuwangi dibuka secara terang-benderang.
“Kami tidak datang membawa narasi kosong. Semua data dan bukti sudah kami serahkan. Tinggal sekarang, aparat penegak hukum berani atau tidak mengungkap siapa yang bermain di balik dugaan praktik korupsi ini,” tegas Abi.
Abi juga mengingatkan agar aparat tidak hanya bergerak di permukaan atau sekadar mencari korban kecil untuk meredam kemarahan masyarakat. Menurutnya, publik saat ini menunggu keberanian negara membongkar aktor utama yang diduga menikmati praktik korupsi, tanpa pandang bulu dan tanpa perlindungan kekuasaan.
“Jangan hanya tajam ke bawah lalu tumpul ketika menyentuh orang-orang yang punya jabatan dan pengaruh. Kalau memang ada indikasi korupsi, bongkar sampai ke akar-akarnya. Rakyat sudah muak dengan penegakan hukum yang setengah hati,” ujarnya keras.
Ia menegaskan Banyuwangi tidak boleh menjadi daerah yang seolah kebal hukum. Abi bahkan menyinggung sejumlah daerah lain seperti Jember, Bondowoso, dan Situbondo yang telah lebih dulu terseret pengungkapan kasus korupsi. Karena itu, menurutnya tidak ada alasan bagi aparat untuk menutup mata terhadap berbagai dugaan yang kini mulai mencuat di Banyuwangi.
“Kami akan terus mengawal proses ini sampai tuntas. Mustahil kasus sebesar ini tidak bisa diungkap kalau memang ada keberanian dan keseriusan. Banyuwangi tidak boleh menjadi tempat aman bagi siapa pun yang bermain dengan uang rakyat,” pungkasnya.
(Tim).
