Berita

*DUA SISWA SD HILANG TENGGELAM DI SUNGAI MUSI, TIM SAR GABUNGAN LAKUKAN PENCARIAN*

20

Palembang, 30 Agustus 2026 – Dua siswa SD Negeri 141 Palembang dilaporkan hilang tenggelam di Sungai Musi, tepatnya di sekitar Dermaga 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (30/8/2026).

Kedua korban yang masih dalam pencarian yakni Alvito Haris Oktarian (10), laki-laki, dan Nizam Alfarizi (8), laki-laki, yang diketahui merupakan warga Rusun Block 6 Palembang

Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin, S.E., mengatakan informasi kejadian diterima Basarnas Kantor SAR Palembang pada Minggu sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah menerima laporan, personel langsung bergerak menuju lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.

“Setelah menerima informasi, kami langsung mengerahkan personel dan peralatan menuju lokasi kejadian. Saat ini pencarian terhadap dua korban masih terus dilakukan bersama seluruh unsur SAR Gabungan,” ujar Raymond.

Berdasarkan informasi yang diterima, kejadian bermula sekitar pukul 12.00 WIB. Lima orang anak, yakni Arjuna, Leo, Raihan, Fito dan Nizam, yang merupakan warga Rusun Blok 6, pergi ke Dermaga 7 Ulu untuk mandi dan berenang di Sungai Musi.

Saat sedang mandi, salah seorang anak tiba-tiba terseret arus. Melihat kejadian tersebut, teman-temannya berusaha memberikan pertolongan. Namun, nahas, kelima anak tersebut justru ikut terseret arus sungai.

Dua orang, yakni Arjuna dan Leo, berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian. Sementara tiga lainnya, yakni Raihan, Alvito dan Nizam, tenggelam.

Tidak lama kemudian, Raihan muncul ke permukaan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi oleh masyarakat. Sementara Alvito Haris Oktarian dan Nizam Alfarizi hingga saat ini masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian Tim SAR Gabungan.

Dalam operasi SAR tersebut, Tim SAR Gabungan melibatkan personel Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI AL, Polairud, Damkar, BPBD, PMI serta masyarakat.

Pencarian dilakukan dengan dua metode, yakni penyelaman di sekitar lokasi kejadian serta penyisiran permukaan air hingga sejauh 3 kilometer menggunakan kapal RIB dan perahu karet.

Raymond mengatakan, seluruh unsur SAR Gabungan terus berupaya melakukan pencarian dengan mengoptimalkan personel dan peralatan yang tersedia.

“Kami akan terus melakukan pencarian sesuai dengan prosedur operasi SAR. Kami juga mengimbau masyarakat yang berada di sekitar sungai agar tidak melakukan aktivitas mandi atau berenang di sungai, khususnya anak-anak, karena kondisi arus sungai sangat berbahaya dan dapat berubah sewaktu-waktu,” ujar Raymond.

Ia juga mengingatkan para orang tua agar selalu mengawasi anak-anak ketika beraktivitas di sekitar sungai maupun perairan.

“Jangan biarkan anak-anak bermain, mandi atau berenang di sungai tanpa pengawasan orang dewasa. Keselamatan harus menjadi prioritas,” pungkasnya. (HMS)

error: Content is protected !!
Exit mobile version