Scroll untuk baca artikel
Berita

Dugaan Keracunan MBG di Kalibaru Belum Terjawab, Hasil Lab Dinilai Lambat, Publik Desak Transparansi

Avatar photo
39
×

Dugaan Keracunan MBG di Kalibaru Belum Terjawab, Hasil Lab Dinilai Lambat, Publik Desak Transparansi

Sebarkan artikel ini

BANYUWANGI, INFOX.ID

Ramainya pemberitaan di sejumlah media online terkait polemik menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kalibaru terus bergulir dan menjadi perhatian publik. Kasus tersebut mencuat setelah muncul dugaan sejumlah siswa penerima manfaat dari salah satu Sekolah Dasar (SD) mengalami gejala keracunan maupun alergi usai mengonsumsi menu MBG yang disajikan pada hari kejadian.

Program MBG tersebut diketahui disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalibaru dengan nomor registrasi SPPG Kalibaru. Kini, keberadaan penyedia layanan tersebut turut menjadi sorotan publik menyusul munculnya dugaan permasalahan pada menu yang dibagikan kepada para siswa.

Sejumlah aktivis dan tokoh masyarakat mulai mendesak agar dilakukan audit menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut. Audit dinilai penting guna memastikan standar keamanan pangan, proses pengolahan makanan, hingga mekanisme distribusi benar-benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain desakan audit, para wali murid juga menyoroti lambannya hasil uji laboratorium terhadap sampel menu MBG yang sebelumnya telah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan. Hingga kini, hasil uji dari pihak laboratorium yang ditunjuk masih belum diumumkan secara resmi kepada publik.

Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya di kalangan wali murid. Mereka menilai keterlambatan penyampaian hasil uji laboratorium justru membuka ruang spekulasi di tengah masyarakat.

Salah satu wali murid menegaskan bahwa pihaknya sangat membutuhkan kejelasan terkait hasil pemeriksaan tersebut.

“Kalau memang sudah dilakukan uji laboratorium, seharusnya hasilnya segera disampaikan secara terbuka. Kami sebagai orang tua ingin tahu apakah makanan yang diberikan kepada anak-anak benar-benar aman atau justru ada kandungan yang memicu keluhan kesehatan,” ujarnya.

Kekecewaan serupa juga disampaikan oleh Ivan, salah satu tokoh masyarakat setempat. Ia menilai lambannya penyampaian hasil uji laboratorium menjadi indikasi lemahnya penanganan terhadap persoalan yang menyangkut kesehatan para siswa.

Ivan juga menyoroti keberadaan tenaga ahli gizi dalam program MBG yang seharusnya memiliki peran penting dalam memastikan kualitas serta keamanan makanan sebelum didistribusikan kepada para siswa penerima manfaat. Namun menurutnya, fungsi tersebut dinilai belum berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

“Kami menyayangkan lambannya hasil laboratorium ini. Apalagi dalam program MBG seharusnya ada tenaga ahli gizi yang berfungsi melakukan pengawasan terhadap menu dan kualitas makanan. Jika sampai muncul dugaan keracunan atau alergi, tentu perlu dipertanyakan apakah fungsi tersebut sudah berjalan sesuai SOP atau belum,” tegas Ivan.

Sorotan terhadap kasus ini juga datang dari Komunitas Info Warga Banyuwangi (IWB). Salah satu perwakilan komunitas tersebut menyampaikan bahwa transparansi hasil uji laboratorium sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program yang sejatinya bertujuan meningkatkan gizi anak-anak sekolah.

Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi kunci agar polemik yang berkembang tidak semakin meluas di tengah masyarakat.

“Kami dari komunitas IWB berharap hasil uji laboratorium segera disampaikan secara terbuka kepada publik. Ini penting agar tidak menimbulkan spekulasi yang berkepanjangan. Jika memang ada kekurangan dalam pelaksanaan program, maka harus segera dilakukan evaluasi demi keselamatan dan kesehatan para siswa,” ujar Abi Arbain ketua komunitas IWB.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih belum memberikan keterangan resmi terkait hasil uji laboratorium dari sampel menu MBG yang diperiksa. Sementara itu, desakan agar hasil pemeriksaan segera diumumkan serta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan program MBG di Kecamatan Kalibaru terus menguat.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!