Banyuasin,infox.id — Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Banyuasin mendesak pemerintah segera membentuk tim terpadu untuk menangani dugaan maraknya pencemaran lingkungan akibat aktivitas sejumlah perusahaan di wilayah , Kenten Laut Kecamatan Talang Kelapa. Kabupaten Banyuasin.
Desakan ini muncul setelah warga melaporkan kondisi sungai yang diduga tercemar limbah, ditandai dengan perubahan warna air, bau menyengat, hingga berkurangnya populasi ikan di beberapa titik aliran.Kepada kami.
Indra Setiawan,SE Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Banyuasin dalam keterangannya menyampaikan bahwa pemerintah tidak boleh lambat merespons kondisi tersebut. “Kami meminta pemerintah daerah dan Provinsi segera membentuk tim khusus yang melibatkan berbagai instansi untuk melakukan investigasi menyeluruh di lapangan,” tegasnya.
Menurut HNSI, dugaan pencemaran tersebut berpotensi melanggar ketentuan dalam , yang mengatur sanksi tegas terhadap pelaku pencemaran lingkungan, baik secara administratif maupun pidana.
Selain itu, HNSI juga mendesak agar instansi Dinas Perikanan Banyuasin dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Camat Talang Kelapa serta APH. Dapat turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan, termasuk pengambilan sampel air guna uji laboratorium.
“Jika terbukti ada perusahaan yang membuang limbah tanpa pengolahan atau melebihi baku mutu, maka harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Tidak boleh ada pembiaran,” lanjutnya.
Indra berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret guna mencegah dampak yang lebih luas terhadap kesehatan masyarakat dan kerusakan ekosistem sungai.
Kami tidak mematikan rezeki perusahaan tapi tolong juga perhatikan Nelayan kami yang berkehidupan dari hasil mencari ikan di sungai tersebut. Jelas indra
