Berita

KPK Tak Berani Garap Banyuwangi, Kami Bayar Pajak Atau Pungli? KPK Tak Berani Garap 

64

JAKARTA, INFOX.ID – Pemilik akun TikTok Pasopati Jatim melontarkan kritik keras dan lantang terhadap kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia menuding lembaga antirasuah tersebut tidak berani menegakkan hukum dan terkesan “Ciut” saat berhadapan dengan kasus di Kabupaten Banyuwangi.

Hal tersebut disampaikan saat massa gabungan yang dipimpin oleh berbagai elemen masyarakat sipil kembali mendatangi gedung KPK RI, Senin (27/04/2026). Ini merupakan kali ketiga pihaknya datang untuk menagih janji keadilan terkait kasus yang menjadi sorotan publik.

“Kami sudah dua kali, dan sekarang ini yang ketiga kalinya mendatangi gedung KPK RI. Namun, apa hasilnya? Justru setelah tim kami melaporkan dugaan pelanggaran pada tahun 2025 silam, pihak KPK datang ke Banyuwangi bukan untuk menindaklanjuti laporan kami,” tegasnya dengan nada emosional.

Lebih jauh ia menyoroti ironi yang terjadi, di mana KPK justru memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, padahal laporan dugaan maladministrasi atau korupsi masih menggantung.

“Yang menjadi pertanyaan besar kami, kenapa KPK tidak berani turun melakukan audit atau menegakkan hukum secara tegas di sana? Siapa sebenarnya yang ditakuti hingga nyali KPK ciut? Apakah oknum yang kami sebut ‘A3’, atau sosok yang kami nilai bejat moralnya?” serangnya.

Dalam orasinya, ia juga menyinggung isu moral yang menjadi sorotan publik, menyebut pihak yang dilindungi tersebut sebagai “sibejat moral yang suka dengan selangkangan istri orang”.

“Kami tidak bisa membiarkan ini terus terjadi. Ingat, kami warga Banyuwangi juga membayar pajak kepada negara. Pajak inilah yang digunakan untuk menggaji para pejabat dan aparat penegak hukum. Maka sepatutnya hukum ditegakkan, bukan dibela-belain,” tegasnya.

Pernyataan keras ini semakin memperkuat desakan masyarakat agar KPK tidak pandang bulu dalam bekerja dan berani menyentuh pihak-pihak yang selama ini dianggap memiliki kekuatan besar di daerah.

(Tim).

error: Content is protected !!
Exit mobile version