Scroll untuk baca artikel
Berita

Perwakilan Divisi Gakkum Berinisial F Tegaskan Siap Tindak Lanjuti Aduan Warga Banyuwangi

Avatar photo
24
×

Perwakilan Divisi Gakkum Berinisial F Tegaskan Siap Tindak Lanjuti Aduan Warga Banyuwangi

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, INFOX.ID  – Perwakilan Divisi Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan berinisial F menegaskan kesiapan institusinya untuk menerima serta menindaklanjuti aduan masyarakat Banyuwangi terkait persoalan lingkungan dan laporan yang sebelumnya telah disampaikan. Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan awak media usai pertemuan dengan rombongan warga Banyuwangi di Jakarta.

Dalam keterangannya, F menyebut pihaknya telah melakukan komunikasi internal dengan sejumlah pejabat terkait guna memastikan proses penanganan laporan berjalan sesuai mekanisme. Ia memastikan data dan dokumen yang telah masuk akan diperiksa kembali secara menyeluruh.

“Teman-teman dari Banyuwangi, kami dari Gakkum menerima aduan ataupun tindak lanjut dari laporan Bapak-Bapak sebelumnya. Kami tadi sudah berkomunikasi dengan Pak Yunus dan Pak Amir. Kami akan melakukan pengecekan data kembali, dan nanti Bapak-Bapak akan kami undang lagi untuk audiensi lanjutan terkait perkembangan penanganannya,” ujar F.

Pernyataan tersebut dinilai sebagai sinyal bahwa Kementerian Kehutanan membuka ruang dialog lanjutan terhadap aspirasi masyarakat, khususnya terkait dugaan persoalan kehutanan dan lingkungan di Kabupaten Banyuwangi.

Dalam kesempatan yang sama, suasana sempat memanas ketika terjadi adu argumen antara perwakilan warga Banyuwangi dengan pihak kementerian mengenai adanya pernyataan yang menyebut kedatangan sejumlah media secara bersama-sama ke lingkungan kementerian dapat dianggap sebagai aksi demonstrasi.

Menanggapi hal itu, F tidak memberikan penjelasan substansial dan menyatakan persoalan tersebut akan dijelaskan oleh bagian hubungan masyarakat. Sikap tersebut justru memunculkan pertanyaan dari sejumlah jurnalis yang hadir, terutama terkait kejelasan aturan dimaksud dan dasar penyampaian pernyataan tersebut.

Sejumlah wartawan juga menyoroti istilah kegaduhan” yang sempat disebut dalam forum. Awak media meminta penjelasan apakah yang dimaksud berupa tindakan verbal, intimidasi, atau bentuk lain. Namun hingga pertemuan berakhir, belum ada uraian rinci mengenai maksud pernyataan tersebut.

Meski demikian, F menutup keterangannya dengan nada lebih terbuka dan menyampaikan komitmen untuk terus menerima aduan masyarakat Banyuwangi sebagai bagian dari kemitraan antara warga dan pemerintah.

“Kami sampaikan salam untuk teman-teman Banyuwangi. Hati-hati di jalan. Kami siap menerima kembali aduan teman-teman sebagai mitra kami. Kami tunggu perkembangan selanjutnya dari pihak Banyuwangi,” tutupnya.

Pertemuan ini menjadi sorotan karena tidak hanya membahas substansi laporan masyarakat, tetapi juga menegaskan pentingnya transparansi, keterbukaan informasi publik, serta penghormatan terhadap peran media dalam mengawal isu lingkungan dan kepentingan masyarakat.

(Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!